Followers

Tuesday, 23 March 2010

Rintihan hati ini...

Petang yang dingin membuatkan ku sepi seketika.. Apatah lagi setelah berlaku kejadian semalam.. Hati masih sedih dan sunyi ketika ini... Hanya Tuhan yang tahu betapa luhurnya hati seorang bernama wanita seperti aku.. Masih terngiang-ngiang lagi kata-kata itu... Aku sedaya upaya ingin melupakannya namun ia begitu payah sekali...

"Apakah kerna tersalah kata, aku dihukum sebegini rupa? Mengapa ianya terjadi padaku? Kenapa aku tidak dapat bezakan yang mana intan yang mana kaca?"

Argghhh....andai aku yang bersalah, maafkanlah aku.. Memang setiap insan di dunia sering melakukan kesilapan..

Mulianya dirimu disisiku,
Sering muncul diingatanku,
Maafkan saja kesilapan lalu,
Aku terlalu merinduimu.


Namun, keazaman dan kesungguhan aku telah membantu aku dalam mengharungi badai yang datang.. Aku dapat melawan kata hati.. Aku terus berusaha untuk memajukan diriku ke arah yang lebih baik lagi... Aku nekad. Aku tak akan sia-siakan pengorbanan ibu dan ayah yang lebih banyak menghargai dan menyayangi ku.. Ya! Itu yang lebih patut aku hargai dari insan yang belum tentu menjadi milik kita abadi.. Mungkin ianya satu hikmah supaya aku lebih matang dalam memikirkan sesuatu keputusan.

Ibu, ayah, abang dan adik.... insan-insan yang patut aku sayangi dan kasihi lebih dari segalanya.. Aku pasrah kini.. Aku sudah kenal dan tahu yang mana intan dan yang mana kaca.. Tidak perlu khuatir untuk aku bersedih lagi.. Tidak perlu gusar untuk aku terus memikirkannya. Hanya berserah pada Yang Maha Esa. Biar Dia yang menentukan segalanya..


"....kadang-kadang dalam perjalanan merentasi menujunya yang satu, berbagai dugaan yang menimpa....meratah keimanan kita satu persatu....kekadang rasanya tak mampu.... kadang-kadang mahu beralah.....tapi di sana ada kebahgiaan hakiki...."

Terlerai sudah kekusutan dan segala konflik yang ku pendam selama ini.. Aku kini bersyukur kehadrat Ilahi atas kurniaNya kerna aku tidak melakukan perkara-perkara yang tidak diingini yang dilarangnya.. Aku masih waras dalam memikirkan setiap tingkah laku itu.. Kini, biarlah ia bersemadi di lubuk jiwaku hingga kurasa ia luput di ingataku..

hehe...ni pic aku laa...

Reaksi kOrang:

0 beri komen di sini: